Fire Sprinkler System – Pemadaman Otomatis Dengan Air

Fire Sprinkler System adalah sistem pemadaman Otomatis dengan menggunakan media pemadam air. Pedaman api diperoleh karena sifat air yang mendinginkan bahan bakar hingga dibawah titik bakar.

Sebenarnya air bukanlah satu-satunya media yang sempurna untuk dijadikan media pemadam, oleh karena itu sebelum merancang harus kembali diteliti secara seksama material apa saja yang ada di area yang akan dilindungi. Sebagai contoh untuk kebakaran yang disebabkan oleh cairan dengan bahan dasar hydrocarbon tidak akan mampu untuk dipadamkan, karena bahan tersebut tidak bisa larut dalam air. Saat dipadamkan dengan air dari sprinkler, bahan hydrocarbon justru akan mengambang dan berkumpul di atas air, sehingga api tidak bisa dipadamkan.

Sprinkler Head

Peraturan Pemasangan Fire Sprinkler System

Pemerintah Indonesia sudah mempunyai standard atau aturan yang harus dipenuhi oleh setiap perusahaan yang akan memasang sistem sprinkler. Namun kami menggunakan standard Internasional dari NFPA yang memang sudah diterima secara luas, serta sesuai dengan peraturan asuransi Internasional. Standard NFPA yang dimaksud adalah :

NFPA 13 : Standard for the Installation of Sprinkler System
NFPA 14 : Standard For The Installation of Stand Pipe Private Hydrant and Hose System.
NFPA 15 : Standard for Water Spray Fixed Systems for Fire Protection
NFPA 16 : Standard for the Installation of Foam-Water Sprinkler and Foam-Water Spray Systems
NFPA 20 : Standard for the In-stallation of Centrifugal Fire Pumps
NFPA 231 : Standard for General Storage Material

Deluge Fire Sprinkler System
Deluge Fire Sprinkler System

Macam – macam type Fire Sprinkler System

Sistem Sprinkler otomatis ini sangat efektif dan ekonomis untuk memadamkan kebakaran. Ada empat tipe dasar dari sistem sprinkler :

A. Sistem Pipa Basah atau dikenal dengan wet pipe system. Ini yang paling banyak dipakai di berbagai perusahaan. Sistem ini berupa sambungan pipa atau network yang berisi dengan air bertekanan tinggi. Sprinkler otomatis dipasang disetiap ujung pipa. Jika ada panas sekitar kepala sprinkler, maka sensor air raksa akan pecah, dan kepala sprinkler yang terbuka akan mengalirkan air ke area yang dilindungi.

B. Sistem Pipa Kering atau yang lebih dikenal dengan dry pipe. Hampir sama sistem basah, hanya yang berbeda adalah air ditekan oleh tekanan udara dengan design pipa kering khusus. Jika terjadi kebakaran maka yang pertama akan keluar dari pipa ini adalah udara yang bertekanan tinggi, sehingga jika terjadi alarm palsu, kita bisa mencegah agar air tidak terdischarge. Namun jika benar terjadi kebakaran, katub atau valve dari penutup akan terbuka dan mengalirkan air ke area yang dilindungi.

C. Sistem deluge adalah sistem yang tidak menggunakan sprinkler otomatis, namun menggunakan open sprinkler. Deluge khusus yang digunakan, mampu untuk menahan air, agar tidak mengalir ke intalasi pipa di area yang dilindungi. Untuk membuka katub atau valve pada deluge, dipasang isntalasi fire alarm system. Dan ketika sudah terbuka, maka air akan mengalir secara terus menerus ke kepala open sprinkler yang terbuka. Sistem ini biasanya dipasang untuk area dengan resiko kebakaran yang tinggi atau area yang penuh dengan instalasi listrik.

D. Sistem Preaction adalah sistem yang hampir sama dengan deluge sistem dengan menggunakan kapala sprinkler otomatis. Air ditahan dibelakang katub (valve) dan diantara katub dan kepala sprinkler dimasukkan udara yang bertekanan dari kompressor khusus, agar menahan katub tetap tertutup. Untuk mengaktifasi katub juga dipasang rangkaian fire alarm system. Namun ketika katub diaktifkan oleh sistem alarm air masih belum bisa mengalir sebelum panas dari kebakaran menghancurkan sersor panas pada salah satu atau beberapa head springkler-nya. Rancangan sistem ini biasanya diaplikasikan untuk area seperti ruangan yang banyak perangkat komputer.

Deluge Preaction Victaulic

Tipe-tipe peyumbat atau plug pada kelapa Spinkler otomatis.

Seperti sudah kami bahas sebelumnya bahwa sistem sprinkler dengan tipe deluge dan preaction pada ujung instalasi pipa di area yang dilindungi dipasang kepala sprinkler otomatis. Penyumbat atau plug yang dipasang pada akan meleleh atau pecah jika panas dari api mencapai titik bakar yang disesuaikan dengan jenisnya

Ada 2 jenis penyumbat yang dipakai saat ini :
Fusible Alloy : atau dikenal dengan fussible link atau fussibel metal. Campuran dari beberapa metal yang akan meleleh pada suhu sekitar 150 °C atau 302 °F
Heat-Sensitive Glass Bulb : yaitu bola kaca yang sensitif dengan panas. Bola kaca ini akan pecah karena reaksi cairan yang ada didalamnya pada suhu yang ditentukan dari pabrikan pembuatnya.

Berikut ini adalah tabel dari penyumbat kelapa sprinkler berdasarkan standarisasi NFPA 13

 Tabel Warna Head Sprinkler sesuai standar NFPA 13
Tabel Warna Head Sprinkler sesuai standar NFPA 13

Demikian sekilas bahasan kita tentang Fire Sprinkler System.

Untuk merancang sistem mana yang cocok dan mampu untuk memberikan perlindungan yang maksimal di perusahaan Anda, silahkan untuk berkonsultasi via Email, WhatsApp atau telp sekarang juga ke nomor (021) 8849999.

Kami akan berikan perlindungan yang terbaik.

Pin It on Pinterest

Share This
WhatsApp Chat WhatsApp us