Gas Detection System – Menghindari Kebocoran Gas Yang Mudah Terbakar

Gas Detection System

Adalah sebuah sistem yang dirancang untuk mendeteksi adanya gas yang berbahaya. Tingkat bahaya yang dimaksud adalah mudah terbakar atau beracun.

Mengapa harus dipasang sistem deteksi gas?

A. Karena dengan memasang sistem ini akan melindugi nyawa tenaga kerja dan sekaligus aset properti kita karena :
– Pemberitahuan dini tentang adanya bahaya di area tersebut.
– Memberikan informasi kepada kita waktu untuk melakukan evakuasi keluar area tersebut sekaligus mencegah orang lain untuk masuk ke area yang masih ada gas berbahaya.
– Memberikan kesempatan kita untuk melakukan hal-hal yang bisa mengurangi kadar gas, seperti membuka jendela ventilasi, atau mengaktifkan water mist sistem, atau bisa juga mematikan peralatan yang mengeluarkan gas tersebut.

B. Memenuhi standarisasi baik itu secara nasional dari pemerintah ataupun memenuhi persyaratan dari perusahaan asuransi penjamin properti kita.

Gas Detection System Gastron-Fatiha
Gas Detection System Gastron

Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum memasang Gas Detection System

Beberapa hal berikut ini perlu Anda perhatikan saat akan memasang sistem deteksi gas :
1. Memahami dulu tentang pengaplikasiaannya
– Tentang gas yang akan dideteksi di area tersebut : apakah gasnya beracun, mudah terbakar, gas mengurangi kadar oksigen dan sifat-sifat dari masing-masing gas tersebut.
– Kedua memahami peraturan atau standarisasi tentang gas detection system. Untuk standar internasional menggunakan NFPA 325M : Fire Hazard Properties of Flammable Liquids, Gases, and Volatile Solids for LEL of Gases dan NFPA 72 : National Fire Alarm Code.

2. Mengidentifikasi potensi bahaya yang ditimbulkan
A. Dimanakah diperkirakan adanya kebocoran gas? Sensor gas yang akan dipasang harus lebih dekat dengan area ini. Berikut ini adalah beberapa tempat yang biasanya kebocoran terjadi :
– Sambungan pipa, baik itu dengan flange, fitting atau sambungan las.
– Sekitar mesin pembakaran.
– Tempat penampungan gas, sekitar lokasi pengisian dan pembuangan.
– Lokasi pembuangan, dimana beberapa material yang mengalami proses pengomposan bisa menimbulkan gas.

B. Gas detektor yang akan dipasang harus mampu melindungi manusia, sarana dan peralatan yang mungkin akan mengalami kontak dengan gas yang berbahaya tersebut, Oleh karena itu harus memperhatikan :
– Kemana arah angin bertiup
– Perhatikan sistem ventilasi
– Perhatikan komunitas serta seluruh peralatan di sekitar area

Menentukan Tujuan Pemasangan Gas Detection System

Anda harus menentukan tujuan pemasangan dari sistem detektor gas tersebut. Sistem deteksi gas ini dipasang utuk :

– Sebagai Sarana Peringatan (pemberitahuan dan pengumuman)
– Untuk mengontrol sistem ventilasi (lewat output relay dari panel gas)
– Mematikan seluruh operasi mesin sekitar area gas
– Memberikan perintah evakuasi dan tanda gawat darurat
– Mengetahui seberapa jauh Anda harus menghindar dari area tersebut agar tidak kena dampak dari gas yang bocor
– Berapa banyak gas yang bocor serta kemungkinan bercampur dengan gas lain
– Anda juga harus memperhatikan jarak dari titik kebocoran ke sensor gas detektor yang akan dipasang

Mengenal Karakteristik Gas

Berapa hal yang harus diperhatikan adalah :
– Gas mudah terbakar : titik bakar rendah atau tinggi (LEL, UEL) atau gas beracun
– Kepadatan uap gas : Kepadatan gas berbeda dengan suhu; gas dengan kepadatan rendah akan menggeser gas di sekitar area (contohnya helium vs oksigen); Gas yang bertekanan akan mengembun jika keluar ventilasi
– Perubahan komposisi gas, seperti batu karbon dioksida (dry ice) yang bisa berubah menjadi gas CO2.
– Tingkat keracunan VS tingkat titik bakar (MBTE 40PPM 1,6% LEL)
– Apakah gas menyebabkan proses hydrolized (BF3,F2)
– Apakah gas menyebabkan proses Pyrolized (NF3)
– Titik bakar, semakin rendah titik bakar, maka gas tersebut akan mudah terbakar.
– Percampuran gas dan lain-lain yang harus dengan seorang ahli yang menangani

Petunjuk Untuk Menempatkan Sensor Gas Detektor
A. Pastikan suhu di sekitar sensor detektor yang akan dipasang masih memenuhi batas yang ditentukan oleh pabrikan pembuatnya. Jika diperlukan pakailah pelindung duck agar suhu tetap terjaga.
B. Lindungi sensor dari pengaruh air, debu, kelembaban yang akan mempengaruhi performanya.
C. Tempatkan sensor detektor semua dengan design gambar dari sistem HVAC serta karakter dari kebocoran yang mungkin terjadi.
D. Ketika sensor digunakan untuk medeteksi dari susatu alat tertentu, maka penempatanya kurang lebih berjarak 30 cm.
E. Aturlah kesensitifian sensor agar bisa memberikan info bahaya dan bisa dilakukan evakuasi terhadap manusia disekitar area tersebut.
F. Pasang detektor secara kuat dan aman, bebas dari getaran dengan pembungkus pelindung cuaca (weather-shield cover)
G. Untuk lebih menyakinkan Anda tentang arah angin, cobalah untuk melakukan test dengan asap, agar jika terjadi kebocoran gar menuju ke detektor dan bisa memberikan informasi yang akurat

Jarak Penempatan Detektor Gas

Mengacu pada jarak pemasangan detektor asap pada fire protection system, maka idealnya adalah per 7 meter. Namun untuk lebih aman penentuan jumlah detektor adalah berdasarkan pertimbangan berikut ini :
– Penyebaran gas dan arah angin bergerak
– Jumlah potensi terjadinya kebocoran gas
– Sumber api di area tersebut
– Interior ruangan, apakah ada sekat atau tembok yang membatasi ruangan
– Yang terakhir tentu saja dari sisi biaya yang harus dikeluarkan

Demikian pembahasan kami mengenai Gas Detection Sistem.
Segera berkonsultasi dengan kami untuk merancang sisten perlindungan kebakaran via Email atau telp ke (021) 8849999

Pin It on Pinterest

Share This
WhatsApp Chat WhatsApp us