Fatiha, Kamis, 25 April 2019.
Aksi terorisme kembali memakan korban dan meninggalkan duka yang mendalam. Kali ini datang dari Negara Sri Lanka. Bom bunuh dilakukan si Gereja Santo Sebastian di wilayah Negombo pada perayaan Paskah tgl 19 April lalu.
Menurut lansiran berita dari Kantor Berita AFP (24/4/2019) korban saat ini sudah mencapai 359 orang, tambahan korban dari mereka yang terluka parah dan tidak bisa tertolong lagi.

 

Bela Sungkawa Untuk 359 Korban Bom Bunuh Diri Sri Lanka

Rekaman CCTV di Gereja Santo Sebastian di Negombo

Rekaman CCTV dari Gereja nampak di depan pintu yang diduga pelaku bom bunuh diri dengan membawa tas rangsel dengan tenang memasuki area gereja yang sedang penuh jemaat Paskah.

Selanjutnya menurut berita tersebut Kepala Kepolisian Sri Lanka pada tanggal 11 April sudah menerima ancaman tentang adanya Bom Bunuh diri yang akan dilakukan di “gereja-regeja terkenal”. Namun ancaman ini diabaikan. Sehingga saat ini Pemerintah harus menghadapi kemarahan dari masyarakat yang menyayangkan kejadian ini. Kutipan dari intelijen asing ancaman dikirimkan oleh Organisasi teroris lokal yang menamakan dirinya National Thowheeth Jama’ath (NTJ).

Setelah kerjadian ini Polisi bergerak cepat dan dalam semalam telah menahan tersangka sebanyak 11 orang, hingga saat berita diturunkan sudah ditahan sebanyak 58 tersangka. Meskipun sudah ada klaim dari teroris ISIS bahwa mereka yang bertanggung jawab terhadap Bom Bunuh diri ini.

Meskipun pemerintah mencurigai NTJ sebagai pemegang kunci serangan ini, namun pemimpin mereka Zahran Hashim belum ditetapkan sebagai tersangka. Zahran hasim diduga merupakan salah satu dari delapan orang dalan video yang dirilis oleh IS. Dalam video tersebut ke delapan pemimpin sedang mengucapkan ikrar kesetiaan kepada pemimpin IS Abu Bakar Al-Bagdadhi. Polisi belum mendapatkan informasi yang terang apakah Hashim turut serta dalam serangan ini, atau berhasil meloloskan diri setelah ledakan terjadi.

Saat ini di Sri Lanka telah datang dinas intelijen dari Amerika Serikat (FBI) beberapa negara tetangga seperti Uni Emirat Arab, Ingris dan Australia juga menawarkan untuk memberikan bantuan intelijen.

Menurut keyakinan banyak orang ke sembilan pelaku bunuh diri tersebut telah meladakkan dirinya. Ada yang meledakkan saat polisi akan melakukan penangkapan dan pada saat peristiwa peledakan pertama terjadi.

Penjagaan dan keamana semakin diperketat, menurut presiden Maithripala Sirisena, berjanji akan merubah sistem pengamana dalam 24 jam.

Semoga pelaku cepat ditangkap dan kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa yang akan datang.

Tetep selalu lindungi lingkungan Anda dan selalu waspada

 

 

WhatsApp Chat WhatsApp us